Training of Trainer Pendampingan Pendidikan : Membekali Taruna Akademi TNI dengan Pengetahuan Ketahanan Pangan

15 Feb, 06:06 WIB   |   454 kali dilihat   |   komentar



Pilar-Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian  melakukan kerjasama dengan Akademi Tentara Nasional Indonesia (Akademi TNI) untuk meningkatkan pengetahuan Taruna Akademi TNI tentang ketahanan pangan.

 

Untuk itu, BPPSDMP dan Akademi TNI akan menyiapkan  tenaga-tenaga pelatih/penatar Taruna dari dosen/penatar di lingkungan akademi TNI dan dosen dari STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan  Pertanian) Kementerian Pertanian untuk memberikan pembekalan kepada Tarunan TNI dan mahasiswa STPP. 

 

BPPSDMP dan Akademi TNI, selama tiga hari, tanggal 13 -15 Februari 2017 melaksanakan Training of Trainer (TOT)  kepada 35 peserta calon pelatih/penatar  (Trainer) di Hotel Amaris Bogor. Calon pelatih tersebut berasal  dari  akademi TNI, dosen STPP Malang, STPP Magelang dan Bogor  serta  pemangku kepentingan (stakeholder) terkait. 

 

Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI Bayu Purwiyono, yang membuka langsung TOT tersebut  menjelaskan bahwa  kerjasama  pelatihan  bertujuan  untuk menyiapkan tenaga-tenaga pelatih/penatar  baik dari lingkungan akademi TNI maupun dari  STPP Kementerian Pertanian agar mampu memahami tentang pembangunan ketahanan pangan terutama pengembangan komoditas pangan. 

 

“Setelah selesai mengikuti TOT, mereka  siap memberikan  pembekalan kepada para taruna yang akan mengikuti  Latihan Integrasi Taruna Werda (Latsitarda).  Latsitarda akan  diikuti oleh mahasiswa lainnya seperti IPDN, STPP dan perguruan tinggi lainnya”, tegasnya.  

 

Jadi, sebelum mereka berangkat latihan, kami akan  memberikan pembekalan  kepada mereka tentang ketahanan pagan. Ini adalah merupakan sarana komunikasi taruna dengan masyarakat di lokasi latihan, jelas  Letjen TNI Bayu Purwiyono.   

 

Menurutnya, Ilmu mengenai ketahanan  pangan  belum didapatkan oleh taruna. Di akademi TNI  juga tidak diajarkan. Oleh sebab itu,  kerjasama dengan Kementan, sangat membantu para taruna yang akan mengikuti  Latsitarda. Mereka sudah siap,  jika latihan ini dilaksanakan  di wilayah perbatasan, daerah tertinggal ataupun  terluar, ungkap  Letjen TNI Bayu Purwiyono.

 

Letjen TNI Bayu Purwiyono menjelaskan, kerjasama pelatihan BPPSDMP dan akademi TNI  juga merupakan implementasi dari kerjasama (MoU)  antara Panglima TNI dengan Menteri Pertanian dalam rangka mensukseskanprogram swasembada pangan nasional. 

 

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Drs.Gunawan Yulianto mengharapkan pelatihan melalui TOT ini dapat memberikan pemahaman yang sama terhadap materi pembekalan ketahanan pangan kepada peserta TOT. 

 

Disamping itu, bersama akademi TNI akan  menyusun bahan ajar/materi pembekalan ketahanan pangan di wilayah perbatasan, tertinggal, terluar dan kawasan pertanian. “Kita akan sinkronkan disain program TNI di bidang ketahanan pangan dengan progam pembangunan lumbung pangan di daerah perbatasan, tertinggal dan pulau terluar yang telah dicanangkan oleh Bapak Menteri Pertanian, jelas Gunawan. (RS).

 

(admin)